Pondok pesantren putri selatan memiliki inovasi tersendiri untuk mengembangkan bakat santri-santri di dalamnya. Salah satunya dengan mendirikan komunitas baca kitab kuning, Al-Qurtubah. Juga mendirikan ELA, kursusan Bahasa Inggris.
SEBUAH organisasi tak akan membiarkan bakat-bakat potensial orang di dalamnya terpendam sia-sia. Begitu juga dengan Pondok pesantren putri selatan. Untuk itu, Pondok pesantren putri selatan melakukan inovasi-inovasi tertentu. Salah satunya dengan mendirikan komunitas kitab yang diberi nama Al-Qurtubah. Tidak sembarang santri yang mengikuti komunitas ini. Sebab, mereka harus lolos terlebih dahulu dalam seleksi yang diadakan oleh pengurus Pondok pesantren putri selatan.
Sorogan Komunitas Al-Qurtubah dipandu langsung oleh Ketua Pondok pesantren putri selatan, Ustdzah Lilik Purwanti ini. Bertempat di aula, sorogan ini biasa dilakukan bakda maghrib.
Dalam komunitas ini mereka tidak hanya dibimbing dalam cara baca kitab kuning saja, tapi juga dibimbing masalah nahwu, fiqih, i'rob, maupun i'lal. Kitab yang dibaca adalah Kitab Taqrib. Bab yang dibaca dimulai dari awal. Menurut Ustdzah Lilik Purwanti, komunitas ini muncul atas ide pengurus, bekerja sama dengan seksi pendidikan pesantren. Tujuannya tak lain hanya untuk mencetak kader yang nantinya dapat mengikuti event-event perlombaan. Disamping itu, tujuan dibentuknya komunitas ini adalah, untuk memperbanyak kader ustdzah baca kitab kuning di Pondok pesantren putri selatan. Alasan mengapa membacanya mulai dari awal adalah, agar mereka bisa mempelajari seluruh bab dalam Kitab Taqrib. Karena pada umumnya, para santri hanya mempelajari bab yang ada dalam tingkatan mereka. Sehingga bab yang lain tidak pernah terjamah.
Tak hanya dalam hal baca kitab saja yang dikembangkan di Pondok pesantren putri selatan. Rupanya, pengembangan kemahiran berbahasapun juga sangat didukung oleh dewan pengasuh dan pengurus. Selain adanya Asrama Sidney atau asrama bahasa, seksi bahasa Pondok pesantren putri selatan sepakat mendirikan kursusan Bahasa Inggris yang diberi nama ELA (English Learn Asosiation). Kursusan ini diisi langsung oleh Mr. Niamurrohman dan Mr. Imam Syafi'i. Kursusan yang sudah berjalan sampai second member ini, diharapkan bisa melahirkan kader-kader foreigner islami yang mampu memberikan nuansa baru dalam pondok pesantren. Pelajarannya terfokuskan pada grammar, dan speaking. Selain itu, nantinya member ELA akan ditugaskan untuk mengisi kegiatan asrama dalam hal learn english. (sis/ka)




