Lebih lanjut diakui Menag bahwa saat ini Alquran banyak dipelajari dan dikaji oleh umat. Tidak hanya di pesantren-pesantren, namun juga di Masdrasah-madrasah hingga Perguruan Tinggi Agama Islam hingga UIN dan lainnya. ''Sekarang sudah banyak penghafal Alquran. Bukan saja orang dewasa, namun juga anak-anak sudah banyak yang hafal Alquran. Nah, tentunya kami sangat berharap dan mendorong bahwa selain dipelajari, Alquran juga tentunya perlu dan wajib diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,'' tambah Menag.
Turut mendampingi Menag dalam kunjungan ke LPQ tersebut antara Lain Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, Dirjen Haji Slamet Riyanto, Kabalitbang Atho Mudzhar serta Irjen Suparta.
Salah satu upaya itu menurut Menag adalah memacu jumlah Alquran yang dicetak di LPQ. ''Kami juga sekarang tengah mencetak Tafsir Alquran Tematik untuk memudahkan pemahaman Alquran dan juga memudahkan dalam pengimplementasiannya,'' tegas Menag.
Menag dan sejumlah pejabat serta jajaran pimpinan LPQ mengadakan pertemuan tertutup di LPQ. Menurut Menag usai pertemuan, dalam pertemuan antara lain dibahas soal status LPQ, usaha LPQ serta proyeksi LPQ ke depan. _A.sa- (Republika.co.id)




